KECANDUAN MENONTON TELEVISI

Beberapa orang tua mengeluhkan putra/ putrinya yang gemar menonton televisi secara berlebihan yang mungkin mereka menyebutnya  kecanduan menonton televisi. Sehingga hal ini mengakibatkan berbagai komplikasi seperti obesitas, malas belajar, menurunnya akademik, kekerasan, adegan kriminal, gangguan perilaku, menarik diri dari banyak kegiatan sosial serta lebih memilih untuk menghabiskan waktu didepan televisi tanpa ada faedah yang signifikan. Pengalaman televisi tidak memiliki hubungan korelasi dengan kebutuhan- kebutuhan dasar anak tetapi pengalaman televisi berbahaya dan merugikan kebutuhan- kebutuhan dasar anak. Akibatnya, seorang anak menghabiskan sebagian besar harinya dalam suatu jenis kegiatan bukan tidur dan bukan pula bermain.

Pengalaman hidup anak- anak masih sangat terbatas sehingga yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu apa yang ditontonya ditelevisi akan menjadi panduan bagi kehidupan  nyata mereka di masa yang akan datang. Seorang anak yang terbiasa menyaksikan televisi akan mengalami keterbelakangan dalam kemampuan kreativitas bermain, membaca, menulis dan menekuni hobi. Padahal aktivitas tersebut  merupakan kegiatan yang digemari anak- anak, serta mampu memperkuat proses perkembangan anak dan meningkatkan berbagai kemampuan dan potensinya. Oleh karena itu, seorang profesor pendidikan bernama Dorothy Cohen mengatakan “ Televisi benar- benar telah mencuri kesempatan alami anak- anak dalam berbicara,  bermain dan beraktivitas, serta menghambat peluang mereka dalam proses perkembangan yang normal “

Beberapa tips untuk meruntuhkan kecanduan  televisi pada anak antara lain :

  1. Membatasi acara yang ditonton anak.

Mengajak anak untuk berdiskusi tentang acara televisi, menanyakan satu atau dua acara yang disukai, kemudian batasi waktu menonton televisi dengan hanya memperbolehkan menonton acara favoritnya saja sesuai dengan usia.

  1. Mengarahkan pada kegiatan outdor

Membimbing anak untuk melakukan  kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik, seperti sepak bola, basket, kejar- kejaran , futsal dan sebagainya.

  1. Menemukan hal menarik lain.

Pada beberapa kasus, anak menjadi kecanduan televisi karena tidak menemukan hal menarik lain untuk  dilakukan, sehingga orang tua harus aktif mencari tahu apa yang diminati anak seperti memasak, menari, menggambar, membuat kerajinan tangan , sepak bola, dan sebagainya.

  1. Mendukung hobi anak.

Tenggelam dalam hobi adalah salah satu cara terbaik untuk tetap sibuk dan bergerak sehingga terhindar dari televisi.

 

 

  1. Mengubah pola asuh.

Kecanduan televisisi pada anak juga bisa disebabkan karena pola asuh. Pola asuh yang salah misalnya menyuruh anak menonton televisi sembari makan, menyalakan televisi untuk mendiamkan anak yang rewel, atau meninggalkan anak bersama televisi ketika orang tuanya sedang sibuk.

  1. Memposisikan perangkat televisi .

Kondisi suara, gambar atau letak televisi yang tidak nyaman dinikmati membuat anak tidak menyukainya, sehingga anak memilih hal lain.

  1. Menyediakan hadiah  periodik bagi siapa yang sedikit atau tidak menonton televisi dianggota keluarga.
  2. Memotivasi anak untuk membaca dan menelaah buku- buku informasi dan teka- teki dengan mendaftarkan sebagai anggota disalah satu perpustakaan.
  3. Tidak menyediakan televisi dikamar anak.

Menyediakan televisi dikamar anak sama artinya dengan mengarahkan anak untuk menjadi pencandu televisi.

Dengan demikian perlunya mengendalikan perangakat televisi. Program televisi tidak akan bisa sukses dengan modal teriakan, hukuman/omelan, namun teladan dan inisiatif orang tua sangat besar,  melakukan kreativitas, menekuni hoby, membaca, atau hal- hal positif lain yang pantas untuk diteladani anak. Membangun komunikasi yang akrab  dengan anak akan menambah kebersamaan keluarga.

 

 

SEMOGA BERMANFAAT

Dari : Ustadzah. Rusmiyati, S.Pd