SDIT Baitussalam 2 – Penanaman Karakter – Sekolah Unggulan di Jogja

Dari : Ustadzah Dwi Ningsih

Pendidikan  karakter  saat ini  merupakan  salah  satu  tujuan  yang  ingin  dicapai  oleh  pemerintah. Dimana  karakter  itu  sendiri  ialah  watak, sifat  ataupun  kepribadian  yang  dimiliki  oleh  seseorang. Karakter yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Lebih dari itu, karakter merupakan bentukan atau pun tempaan lingkungan dan juga orang – orang yang ada di sekitar lingkungan tersebut.

Karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, sekolah, dan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Pihak – pihak yang berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang yaitu keluarga, guru, dan teman sebaya.   Karakter seseorang biasanya akan sejalan dengan perilakunya. Bila seseorang selalu melakukan aktivitas yang baik seperti sopan dalam berbicara, suka menolong, atau pun menghargai sesama, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga baik, akan tetapi jika perilaku seseorang buruk seperti suka mencela, suka berbohong, suka berkata yang tidak baik, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga buruk.

Salah  satu  cara  untuk membentuk  karakter  seorang  anak  ialah  dengan  menggunakan  pembiasaan.  Anak  dibiasakan  untuk  mengunakan  tiga  kata  ajaib  dalam  setiap  aktivitasnya  sehari-hari.  Kenapa  mengguankan  tiga  kata  ajaib ini?? Dan  apa  saja  tiga kata  ajaib ini?. Di era  perkembangan  zaman  seperti saat ini (zaman now) seorang  anak lebih  suka  menggunakan  kata-kata  anak lebay atau  alay  seperti  Baper, alemong, dll. Padahal  apa  yang  anak  ucapkan  belum tentu  tahu arti dari kata  tersebu.  Alangkah  indahnya  bila seorang anak  terbiasa  mengucapkan  tiga  kata  ajaib ini dari pada  ucapan anak-anak lebay zaman now.   Tiga  kata  ajaib  ini  menjadi  penting  dalam  pembentukan  karakter  seorang  anak  karena  dengan  tiga  kata  ini  seorang  anak  akan  dapat  merasakan perasaan  seseorang, belajar  menghargai seseorang dan  kata –kata  ini  bisa  dijadikan  obat  bagi  yang  mendengarnya.

Di jaman now  seperti  sekarang ini  sering  terbesit  pertanyaan  dalam  hati.  Seberapa banyakkah kamu mengucapkan kata maaf ketika kamu berbuat salah?, seberapa seringkah kamu mengucapkan terima kasih ketika telah dibantu, dan seberapa tuluskah kamu mengucapkan tolong ketika kamu sedang membutuhkan pertolongan. Sebenarnya  apa saja  ketiga  kata  ajaib ini? .

  1. Maaf

Sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap salah atau lemah. Namun demikian, kita sebagai manusia biasa pasti tak luput dari kesalahan. Mengucapkan kata “maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa kedamaian pada diri kita. Bahkan, kadangkala “maaf” dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama itu.

  1. Tolong

Manusia memang tempatnya salah dan dosa, termasuk kadang lupa diri. kadang kita nggak sadar kalau kita yang perlu dibantu malah kita lupa atau lebih tepatnya nggak sempet ngomong tolong. Dalam beberapa kasus, malah kadang kita lebih memerintah dibanding meminta tolong. Ya padahal kita yang butuh:) Kalau saja kita renungkan, ketika kita mengucapkan kata-kata tolong secara otomatis ekspresi atau bahasa tubuh yang terlihat dari kita ya memang ekspresi orang yang meminta bantuan. Bisa dibuktikan deh saat kita ngomong kata-kata tolong kita nggak akan bisa berbicara dengan suara tang tinggi ataupun ketus. Nggak pantes dan nggak cocok aja rasanya. Kata-kata tolong, besar pengaruhnya lho. Bantuan yang datang akan terasa lebih ikhlas. Dari kedua pihak yang ditolong dan penolong pun akan sama-sama merasa dihargai. Jadi jangan memerintah kalau kita yang butuh. Kata “tolong” menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain dan membuat kita menerima diri sendiri apa adanya. Kata “tolong” bukanlah kata pembuka di saat kita membutuhkan bantuan orang lain namun kata yang terdiri dari 6 huruf ini mampu mengubah pendirian orang lain sehingga begitu dahsyatnya kata ini.

  1. Terima Kasih

Ucapan  terima  kasih itu  lebih  mahal  daripada  uang. Uang memang bukan segalanya walaupun segalanya harus dibeli pakai uang. Diluar sana banyak orang yang beranggapan bahwa ketika kita sudah menyerahkan uang, semuanya akan selesai begitu saja. Padahal kan tidak. Contohnya waktu kita belanja, belanja dari barang yang paling murah sampai yang paling mahal, setelah barang diberikan ke kita dan kita memberikan uang pasti ada kalimat Terima Kasih dari penjual atau pembelinya. Terima kasih untuk apa? ya untuk waktu, perlakuan dan ucapan antara penjual dan pembeli.

Terima kasih lebih mahal kan dari uang? apa jadinya setelah kita membayar dan menerima barang lalu penjual langsung buang muka dan pergi begitu saja atau mengusir kita untuk segera pulang. Kesel kan pasti, marah apalagi dan pasti nggak akan mau beli di tempat itu lagi.  maka dari itu, jangan abaikan ucapan terima kasih. jangan pernah lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah meluangkan waktu untuk membantu. Ikhlas atau tidak mereka membantu kita itu urusan mereka. Yang terpenting ucapan terima kasih yang kita ucapkan adalah cara menghargai bantuan yang mereka berikan. Tidak perlu uang, karena uang dalam beberapa kasus dapat membuat orang lain malah tersinggung bukan merasa dihargai.  share