Menumbuhkan Minat Baca Anak – Membuka Cakrawala Dunia

Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan kunci dalam memberikan bekal kepada anak. Salah satu yang wajib orang tua lakukan adalah menumbuhkan minat baca terhadap anak. Saat ini minat baca masih menjadi perkerjaan rumah yang belum terselesaikan. Berbagai cara yang telah dilakukan oleh guru dan orang tua untuk menumbuhkan minat baca pun belum memperoleh hasil yang maksimal. Untuk mewujudkan anak-anak yang gemar membaca, maka yang perlu dilakukan yaitu dengan menumbuhkan dan meningkatkan keinginan anak untuk gemar membaca. Menumbuhkan minat baca anak merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju bangsa berbudaya baca. Masa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa atau menjadi orang tua. Dengan kata lain, apabila sejak kecil seseorang terbiasa membaca maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa.

Saat ini anak usia Sekolah Dasar merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Setelah anak-anak mampu membaca, anak-anak perlu diberikan bahan bacaan yang menarik sehingga mampu menggugah minat anak untuk membaca buku. Minat baca anak perlu dipupuk dengan menyediakan buku-buku yang menarik dan representatif bagi perkembangan anak sehingga minat membaca tersebut akan membentuk kebiasaan membaca. Apabila kebiasaan membaca telah tertanam pada diri anak maka setelah dewasa anak tersebut akan merasa kehilangan apabila sehari saja tidak membaca. Dari kebiasaan individu ini kemudian akan berkembang menjadi budaya baca.

Saat ini kita tidak heran melihat anak-anak kecil mampu memainkan HP, Play Station, Game Online, Game Internet/Facebook dan lain-lain. Teknologi baru dan gadget-gadget bermunculan seakan-akan kalau tidak mengikuti akan ketinggalan jaman. Padahal jika orang tua tidak memantau, bisa jadi Game yang dimainkan dan internet yang dibuka berisikan konten-konten negatif seperti kekerasan, pornografi dll. Belum lagi acara TV yang banyak diisi hiburan dan mempertontonkan gaya hidup para selebriti. Tayangan TV dan Game kekerasan seperti ini akan membuat anak-anak menjadi gampang marah, tersinggung serta tersulut emosinya. Otak menjadi pasif, daya nalar berkurang dan cara berkomunikasi menjadi kurang baik. Jangankan diminta untuk membuat tulisan, berbicara dan mengemukakan pendapat saja mereka susah memilih kosa kata. Anak-anak menjadi tidak pernah terlatih untuk menggunakan kosa kata.

Berbeda ketika anak sedang membaca atau mempunyai hobi membaca, maka secara refleks otak menjadi beraktivitas dan berpikir. Membaca memperluas cakrawala, menambah ilmu pengetahuan, serta meningkatkan daya ingat.  Membaca dapat memicu otak untuk menyerap informasi, memahami, lalu bahkan memecahkan suatu masalah. Semakin banyak informasi yang diserap semakin baik untuk membantu kefasihan dalam bertutur kata. Membaca bisa dikatakan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia. Sebagai orangtua, Anda harus memberikan motivasi agar anak menyukai kegiatan membaca buku dari kecil. Untuk membantu anak-anak menyukai kegiatan membaca, Anda membutuhkan banyak buku, imajinasi yang baik, dan motivasi. Melalui buku-buku itu, anak dapat membuka pikirannya terhadap pengetahuan dan dapat meningkatkan kreativitas anak.

Berikut ini yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak usia sekolah:

  1. Ajak anak ke toko buku, biarkan ia memilih sendiri buku yang ia inginkan. Tentunya dengan batasan yang Anda dan dia sepakati bersama.
  2. Ciptakan “perpustakaan” keluarga. Tak perlu terlalu mewah atau megah. Cukup dibuat nyaman dan memungkinkan keluarga untuk mencari buku yang disukai tanpa kesulitan.
  3. Hilangkan penghambat, seperti games, televisi, komputer, atau perangkat yang bisa mengalihkan keinginan anak untuk membaca.
  4. Ajarkan si anak untuk menyisihkan uang jajannya agar bisa digunakan untuk membeli buku.
  5. Apabila berada di sekolah, anak bisa ke perpustakaan untuk meminjam dan membaca buku.
  6. Di sekolah juga diadakan kegiatan membaca, membuat kelompok belajar, mengadakan lomba yang berkaitan dengan membaca.

Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan kunci dalam memberikan bekal kepada anak. Orang tua terutama Ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak, memiliki peran sangat penting dalam masalah ini. Jiwa anak harus diisi dengan hal-hal yang positif sejak dini. Membaca merupakan modal bagi seseorang untuk mempelajari buku dan mencari informasi tertulis. Bagi siswa, membaca juga menjadi modal agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Mari kita sebagai orang tua dan pendidik, membina dan mengembangkan minat anak terhadap membaca supaya anak didik kita mempunyai pengetahuan luas dan bisa menumbuhkan kebiasan membaca yang positif, sehingga menimbulkan rasa kecanduan untuk membaca setiap saat.

Peranan pendidikan baik guru, orang tua, maupun pendidik yang lain sangat menentukan. Pendidik harus dapat menciptakan lingkungan yang mendidik karena mereka berfungsi sebagai fasilitator sekaligus motifator. Lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah situasi belajar mengajar yang lancar. Selanjutnya diharapkan membaca bukan lagi menjadi beban berat, tetapi merupakan suatu kebutuhan. Sehingga tujuan pendidikan nasional dalam menciptakan manusia pembangunan dapat segera terwujud bahkan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa akan membuahkan hasil yang dapat diandalkan.

Dari : Ustadzah Kenni Listia Dewi.share